December 2, 2008

nyanyian.cab-driver


Gue gak tau seberapa sering gue naik taksi untuk berpergian kesana kemari, tapi yang pasti it's almost everyday. Emang, gue gak pernah dapet taksi yang supirnya berniat jahat atau apa, jangan sampe juga sih, amit-amit deh!!  
**ketok meja sampe ambruk  
Sebelumnya gue selalu menceritakan semua pengalaman gue naik taksi sama salah satu temen terdekat gue, Rezy. Karena dia yang selalu setia menemani gue mencari taksi di berbagai sudut kota Jakarta ini, serius!! Hampir setiap hari dia nganter gue cari taksi dan berdoa semoga selamat sampai dirumah, baik yah!!  
**kecup basah  

Suatu hari gue pulang dari kampus naik taksi, mid-test pagi ini bener-bner bikin kepala gue pusing. Sebagian temen-temen gue tau sakit kepala gue ini rutin dikarenakan oleh : gak sempet belajar, gak bisa nyontek, laper dan juga bokek. Siang itu gue pulang bersama sakit kepala gue yang setia, dengan langkah gontai berjalan ke pintu gerbang biru di depan kampus tercintah!!  
**jangan percaya kalimat terakhir saya, ini hanya penggambaran, biar citra saya tidak tercemar  

Jempol dikibarkan (bendera kale) manggil taksi yang lewat seadanya. Dan, berhasil menjaring salah satu taksi biru tak berburung, mari kita nikmati saja. Sakit kepala gue mana? tenang dia tetap ada ditempat semestinya, di kepala!! 

FOKUS!! Perjalanan gue dari kampus ke rumah selalu panjang, dan mau gak mau harus dinikmati.
Tau, rasanya dapet supir taksi yang ramah dan rela ngajak ngobrol itu gimana? tergantung, gue lebih prefer yang pendiam, supaya gue bisa menikmati bengong yang berharga setiap detiknya itu.
Siang itu, sang supir cuma hening dan bermaksud memasang radio andalannya untuk menghibur gue dan siapa tau bisa mengusir sakit kepala gue yang gue bawa kemana-mana ini. Disinilah cerita dimulai.  

Cab-Driver: pasang lagu ya mbak?  
Gue: Oh, iya pak, silahkan aja - *lanjut SMSan sama si pujaan hati* *duileeeh CD: *pencet radio* *Mendadak lagu yang diputer itu bak geger or someband  
Dari radio cuma kedengeran: "kalo kamu masih pake ekstasi, mendingan kitaaaaa....."
 

Dengan segenap talenta yang dimiliki sang supir taksi, dia ikutan nyanyi "BUBAAAAAAAAR" - suara yang menggelegar kemana-mana.  
CD: eh maap, mbak kelepasan - *sambil kecilin volume radio* 
gue: *terlanjursiyok *sakitkepala100kalilipat

pengen terjun dari taksi *___*

No comments: